ibu, aku kini hidup bersama orang yang berlari. berlari ke kiri berlari tidak ke kiri sampai masing- masing dari kami lupa diri ...

ibu,
aku kini hidup bersama orang yang berlari.
berlari ke kiri
berlari tidak ke kiri
sampai masing- masing dari kami lupa diri

tapi aku kembali memilih untuk menjadi
apa yang ibu sebut, putri.

tidak usah itu iri,
bersama sepatu mungil ini aku hanya perlu menari
dan memastikan semua tetap lestari
bukannya begitu, ibu?













بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ (QS 1:1) Quote about reborn re.born /rēˈbôrn/ adjective  adjective: reborn; adjecti...


بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
(QS 1:1)

Quote about reborn
re.born
/rēˈbôrn/
adjective 
adjective: reborn; adjective: re-born
 brought back to life or activity.



R E B O R N

Di hari-hari terakhir jelang pengumpulan berkas Beasiswa Unggulan dari Kemendikbud dan raport belum juga muncul-Ya-Allah-semoga-raportnya-bisa-cepat-ketemu- tetep aja keinginan untuk kembali ke kebiasaan lama mengalahkan semuanya. Asli deg-deg-an setelah akhirnya satu tahun lebih delapan hari ga nge-posting apa-apa dan sekarang bingung harus nulis apa.

Blogger masih ada kan? Apa mendingan sekarang Ishmah nge vlog aja kali, ya? Engga, deng.

BTW, dengan judul besar 'Reborn' ini, Ishmah secara resmi menghapus semua postingan yang pernah di publish ya, biar kerasa aja lahir kembalinya. Polos. Suci. Bersih dari jerawat. Selain daripada itu demi untuk  menghindarkan diri dari rasa malu setiap liat postingan lama abal-abal karya anak smp yang sekarang berubah jadi postingan baru abal-abal karya mahasiswa  *etdahsombongamat. Ini jadi tahun pertama jadi mahasiswa gatau harus gimana, gatau bakal jadi mahasiswa macam apa dan gatau harus pake baju apa. Barangkali buat para senior ada yang punya saran? 

Udah sih gini aja, ga penting emang ^_^






Bismillah, Hihi, Apa kabar bloggers?  Udah kenyang 'kan?  Udah dapat THR kan ya?  Nah, kan jadi enak ngepostingnya. Ishma...


Bismillah,
Hihi, Apa kabar bloggers? 
Udah kenyang 'kan? 
Udah dapat THR kan ya? 


Nah, kan jadi enak ngepostingnya. Ishmah jadi ga perlu merasa terbebani karena teman-teman BW sambil kelaparan *eeh. So, di tengah-tengah kesibukan Ishmah nonton "Assalamualaikum Be-ngkulu" Ishmah dilanda rasa rindu yang amat mendalam sama bloggers.

Oke, sebelumnya emang Ishmah perlu minta maaf sama teman-teman meskipun ada banyak permintaan maaf yang terucap belakangan ini, Ishmah berharap permintaan maaf dari Ishmah ini  bisa di'spesial'kan. *ngarep. Ishmah yang lebay, Ishmah yang kekanak-kanakan dan Ishmah yang gantungin sobat bloggers karena BWnya suka ga beraturan waktunya. Huhhu.
*nangisngelapingussambilngetik.

Satu hal yang masih menjadi PR besar buat Ishmah adalah tidur yang terlalu larut malam. Dari SMP Ishmah biasa tidur di antara jam 00:00-02.00 dinihari. Dan kabar buruknya, ini terjadi juga pada banyak teman Ishmah. 

Ketika Ishmah di boarding school pun, ternyata kebiasaan ini belum bisa hilang. Justru Ishmah cenderung lebih susah mengendalikan  pola tidur. Karena sistem yang dianut anak boarding itu-liat-temen. Kalau temen belum tidur, biasanya Ishmah bakal ikut nongkrong sambil ngobrol-ngobrol. Well, PR ini memang masih  dalam  proses penyelesaian. Mohon doanya, ya, agar tugas ini bisa selesai lebih cepat.  

Gimana dengan sobat? PR apa yang harus kalian selesaikan? Apapun itu, semoga Allah memudahkan atas kita segala urusan.  

Udah, iya, udah. Ini dulu, Cause i think it's so many blogs that i must visit before go back to my dorm.




Dik, kau hanya membuatku makin sadar akan betapa tak becusnya  aku menjadi kakakmu, dan itu sangat mengganggu!  membuatku kesal! T...

Dik, kau hanya membuatku makin sadar akan betapa tak becusnya aku menjadi kakakmu,
dan itu sangat mengganggu! 
membuatku kesal!

Tiga kali, dengan satu di antaranya bukan tulisan tanganmu.
Tiga kali kau kirim aku secarik kertas yang dilipat sedemikian rupa.

Kau baru belajar menulis, jadi wajar saja jika ada ejaan yang masih salah.
Tapi untuk paham maksud tulisanmu, tidak sulit.

Di awali dengan kalimat, 

Tetehku sayang
Kepada Teteh.

Teteh, Nanay tau sebenarnya teteh itu sayang sama nanay. 
Tapi teteh tidak pernah marah. Teteh kakak aku yang paling baik

Surat pertama yang kau berikan padaku. 
Dan kau sudah berbohong pada surat pertamamu, dik!
Tidak pernah marah?
Bukankah itu kebohongan besar?
~~~

Yang kedua lebih banyak gambar di dalamnya, 
Sebelum kau beri aku kertas ini, 
kau bertanya,

"Teh, Ramadhan sebentar lagi 'kan?"

dilanjutkan dengan kalimat,

"Aku tuh dak sabar lagi mau puasa, rasanya tu mau cepat-cepat puasa"

Pada suratmu yang kedua, di sudut kiri atas terdapat tulisan Ramadhan dengan 14 bintang buatanmu di sampingnya. DI bawahnya terdapat gambar masjid yang di depannya terdapat gambar kita ber-enam (Umi, Abi, Teteh, Abang, Nanay, Fathur)

Oh! Ternyata di baliknya masih ada tulisan..
Nanay Love Teteh


 ~~~

Malam ini, hujan. Aku masih menonton ketika kau bertanya,

"Teh, c ditambah a bancanya ca-kan?"
"Iya"

Lalu kau melanjutkan kegiatanmu.
Tiba-tiba, kau berkata

"Ini, Teh" Kau berlari dan bersembunyi di balik pintu

Kertas. Kau beri aku kertas lagi.

Untu Teteh

Teteh terikasi teh atas kebayikan Teteh 
Teh Teteh bayik sekali dan Teteh cantik sekali kayak bidadari syurga

Pada penutupnya, kau tulis kembali kalimat indah itu,
Teteh Love Nanay


~~~
Ketika itu, aku masih sekolah seperti biasa. Padahal hari itu sungguh tidak dapat dikatakan biasa.
Pukul dua siang,oom-antar-jemput mengantarku pulang seperti kemarin-kemarin, tapi tidak ke rumah, melainkan ke klinik As-Syifa.

Berlari, aku berlari masuk ke dalam klinik dengan senyum yang tak bisa ditahan,
Di sebuah ruangan, kau tahu apa yang kulihat?
Wanita yang tengah menggendong bayi.
Wanita itu, ibuku! ibumu! ibu kita!

dan kau tahu apa selanjutnya?
bayi itu perempuan! 

Maka kucatat tanggal itu lekat-lekat
08-November-2007

Namanya Fatimah Nayla Al-Husna
itu kau, adikku.

Biar Allah yang tahu, sejak pertama melihatmu-bahkan berbulan-bulan sebelumnya- telah terikrar pada kalbu..

Aku akan selalu menyayangimu, Dik!


Hujan masih turun ketika aku menyelesaikan tulisan ini. Hah! aku benci seperti ini, karena menulis tentangmu, aku tak bisa fokus melihat keyboard, sebab air di mataku menutup penglihatan. Malam ini, aku berharap suatu saat kau bisa membaca dan telah bisa memahami tulisan ini. Mungkin hingga saat itu tiba, akan lebih banyak kertas yang kuterima darimu, semoga saja.

Sudahlah, kututup saja tulisan ini.

Teteh Love Nanay




Sebelum mengatakan terimakasih, Ishmah mau minta maaf dulu ke Mang Yono.. Maaf, Mang baru selesai  PR-nya.. Yah, beginilah Ishmah ^^ ...

Sebelum mengatakan terimakasih, Ishmah mau minta maaf dulu ke Mang Yono..
Maaf, Mang baru selesai  PR-nya..
Yah, beginilah Ishmah ^^ *jujur.
Kalau udah begini Ishmah menyadari satu hal,
alangkah kasihan guru Ishmah di sekolah!
Nah, sekarang Ishmah mau ngucapin terimakasih ke Mang Yono atas awardnya dan membuat Ishmah makin rajin! :D


About Ishmah!

  1. Pecinta durian, berusaha bisa ngupas durian sendiri supaya bisa makan sepuasnya diam-diam. Alhamdulillah, Ishmah bisa ngupas durian sendiri! Meskipun untuk makan sepuasnya tetap saja sulit. Dengan bau yang sangat semerbak dan menyembunyikannya dari tiga orang manusia-manusia cilik (adik Ishmah), mustahil!
  2. Penyuka nanas, bisa juga ngupasnya. Yang makan dijamin gatal-gatal!
  3. Gemar makan bakwan. Biasanya biasa habisin bakwan sampai 7 lebih sekali makan, tapi kalau buat sendiri.. kalau beli mahal.
  4.  4 for 4 bersaudara!
  5. Nakal tapi tidak jahat.
  6. Tidak suka mandi, tapi belum tentu jarang mandi.
  7. Bisa jalan jauh dan suka jalan-jalan sendiri.
  8. Nyebelin tapi ga ngangenin.
  9. Penikmat senja dan hujan.
  10. Pemburu cinta!
  11. Cepat bosan.
11+1. Sangat Ekspresif




Time for Answer the Question!

1. Sejak Kapan Nge-Blog?
Tidak terlalu ingat tahunnya, yang pasti kelas 6 SD
 2. Apa Tujuan anda nge-blog? 
Awalnya cuman numpang naruh tulisan, setelah itu Ishmah menyadari ada sesuatu yang lain yang bisa membuat Ishmah makin cinta sama blog, ukhuwah.                                                                 
 3. Apa manfaat yang anda dapatkan dari nge-blog?
Cinta!
4.  Pernakah anda pacaran jarak jauh? berapa kali? (Long Distance Relationship)
Dari Ishmah lahir, salah satu pendidikan yang paling diterapkan oleh orang tua Ishmah adalah, No Khalwat until Akad. Jadi intinya, Ishmah ga pernah pacaran ^^
 5.Milih setia tapi menderita atau selingkuh tapi bahagia? (jawab jujur ya)
Menurut Ishmah hal ini mustahil... setia itu bahagia. Mendua itu menderita 
 6.Suka lagu dalam negri atau luar negri? alasannya?
 Suka lagu luar negri yang ada di dalam negri. Suka lagu dalam ngri yanga da di luar negri (?)
 7. Pilih sahabat 10 tahun ataupacaran selama seminggu?
Udah dibilang di atas, Ishah ga pacaran. Jadi Ishmah milih sahabat selamanya
 8. Hal apa yang bisa membuat anda menangis gembira?
Cinta! 
 9. Sudahkah membahagiakan orangtua?
Akan 
 10. Berapa lama anda duduk menatap layar hp, gadget, maupun komputer?
Lihat dulu internet di tempat itu
 11. Berapa lama anda membaca Al-Quran
Sejujurnya ga terlalu tahu untuk waktunya, yang pasti dalam satu hari minimal 1 juz.

Hajar pada pembahasan ini bukanlah kata dasar dari menghajar-dihajar. Hajar di sini ialah sebuah doa-harapan.  Dalam Bahasa Arab, Haja...

Hajar pada pembahasan ini bukanlah kata dasar dari menghajar-dihajar. Hajar di sini ialah sebuah doa-harapan. 

Dalam Bahasa Arab, Hajar adalah batu. Tetapi apakah pemilik nama Hajar berarti batu? Atau mungkin keras kepala? 

Kisah panjang itu, sudah sewajarnya melekat pada benak kita.  Tetapi seharusnya merasuk pada sukma. 

Ketika wanita sholihah itu begitu membuktikan 'kekuatannya'. Menempuh perjalanan panjang hanya untuk ditinggal suami  di tengah padang nan gersang kerontang, ah! aku tak tahu harus bagaimana lagi menyebut keadaan tanah itu. Hey,  Istri mana yang mau ditelantarkan?!

Tetapi, apa benar wanita sholihah juga taat itu ditelantarkan?

Tentu kita tahu pasti jawabannya. Tidak. Tidak mungkin!

Ketika terucaplah dari bibir sang nabi itu, "Ini perintah Allah" Wanita itu terdiam. Siti Hajar namanya. Lalu dalam bayangannya orang-orang di suatu masa berbondong-bondong mendatangi tempatnya berdiri kini. Tentu hanya Sang Khalik-lah yang mampu mendatangkan gambaran masa depan lantas meluluhkan hati Ibunda Ismail ini.
Kalau Allah memerintahkan demikian, Maka Allah tidak akan menyia-nyiakan kami
Ya! Hajar telah sampai di titik keimanan yang sangat tinggi. Keimanan yang tak terbantahkan. Bukan keimanan abal-abal yang begitu banyak hadir pada muslim-muslim kini. 

Lalu kita tahu kisah ini akan berlanjut pada Siti Hajar yang berlari antara Shafa dan Marwa dengan jarak 450 meter sebanyak 7 kali.

Dan keajaiban itu tidak langsung sampai pada Ibu yang kuat itu. Keajaiban itu hadir di antara kedua kaki Ismail. Keajaiban itu tidak Allah ada-kan di kaki Siti Hajar, tetapi dari kaki Ismail. Subhanallah!

Syahda, kisah ini akan berakhir pada da kata yang amat tenar saat ini.
Zam-Zam
Dalam Bahasa Arab, Hajar adalah batu. Tetapi apakah pemilik nama Hajar berarti batu? Atau mungkin keras kepala? Tidak. Pada kisah ini tentu kata Hajar pada nama Istri kedua nabi Ibrahim bukan menjurus pada keras kepala atau apalah. Tetapi kata Hajar pada nama Ibunda Ismail itu, menggambarkan betapa keras dan kuat imannya. Betapa kekuatannya nampak ketika berlari 3150 meter di tanah yang begitu tandus juga paas yang begitu terik, dan bukankah hal itu dihormati Tuhannya dengan menjadikannya rukun pada sebuah ibadah mulia. Haji. Lari itu kita sebut dengan sa'i.

Tetapi kisah ini sudah sangat lama, lebih dari 4000 tahun yang lalu.
Maka, mari kita  kembali ke tahun kita.
~~~
Siang ini, ketika Ishmah menonton berita di trans 7 sengaja Ishmah menunggu hingga bagian 'Inikah Takdir'. Kali ini, bercerita tentang seorang nenek yang harus menghidupi 7 anak dan 8 cucu. Nenek ini single parent dan single grandparent (?) 

Lagi-lagi kita akan sampai di sebuah nama, Hajar.

Dalam Bahasa Arab, Hajar adalah batu. Tetapi apakah pemilik nama Hajar berarti batu? Atau mungkin keras kepala? Tidak. 


Cukup bayangkan saja seorang nenek tua yang masih saja harus mengumpulkan rumput laut tiap harinya, dan dalam satu hari ia membutuhkan waktu hingga setengah hari. Upahnya? Jangan tanya. 

Sepuluh Ribu Rupiah. Sepuluh ribu untuk setengah dari 1 hari. Sepuluh ribu untuk keringat yang berucucuran dari seorang nenek tua. Sepuluh Ribu.

Tentu bila ada pekerjaan yang dapat ia kerjakan dimana kelak ia akan menerima upah, langsung dikerjakannya. Meski sekedar lima ribu rupiah.

Cucunya tentu masih mungil-mungil, sebagian ada yang dapat membantu sekedar untuk meringankan pekerjaannya, tetapi apa yang dapat dikerjakan cucunya yang masih bayi? Makan dan minum susu. Air itu memang putih sepert susu, tetapi apa benar seorang nenek dengan 7 anak dan 8 cucu dengan pkerjaan berat dan upah kecil dapat memberikan susu? Air itu memang putih seperti susu, tapi pada kenyataan yang terkadang tidak sesuai seperti yang kita inginkan, Air itu adalah Air Tajin. Air sisa memasak nasi.

Dalam Bahasa Arab, Hajar adalah batu. Tetapi apakah pemilik nama Hajar berarti batu? Atau mungkin keras kepala? Tidak. Pada kisah ini tentu kata Hajar pada nama Nenek dengan 7 anak dan 8 cucu tidak menjurus pada keras kepala atau apalah. Tetapi kata Hajar pada nama Nenek itu, menggambarkan betapa keras perjuangannya. Betapa kuat tekadnya.

Kemudian, jika kita samakan pada kisah Siti Hajar istri Ibrahim A.S pada bagian
Dan keajaiban itu tidak langsung sampai pada Ibu yang kuat itu. Keajaiban itu hadir di antara kedua kaki Ismail. Keajaiban itu tidak Allah ada-kan di kaki Siti Hajar, tetapi dari kaki Ismail. Subhanallah!
Maka, kejaiban itu mungkin tidak langsung Allah hadirkan pada Nenek Hajar, tetapi melewati anaknya atau cucunya. Seperti ketika Allah melakukannya pada Siti Hajar.

Aamiin.


Sudah Ishmah cari linknya di youtube tentang nenek Hajar ini, tapi sayangnya tidak Ishmah temukan :'(








Untaian kisah yang bisa membuat semangat dan motivasi kita sebagai muslimah bangkit, Mari bangkit bersama! Kisah saya kutip dari bu...


Untaian kisah yang bisa membuat semangat dan motivasi kita sebagai muslimah bangkit,
Mari bangkit bersama!

Kisah saya kutip dari buku ‘Membentuk Muslimah Militan’ oleh Najib Khalid Al-‘Amir

Kisah 1: Siapa yang Lebih Aku Taati?
Suatu hari, seorang gadis kecil baru saja pulang sekolah. Sesampainya di rumah, sang ibu melihat wajah ananknya murung, lalu sang ibu segera menanyakan apa yang membuat anaknya sedih. Lalu gadis kecil itu menjawab, “Wahai ibunda, ibu guru telah mengancam akan mengusirku dari sekolah, karena pakaian panjang yang aku kenakan ini.”

Sang ibu menjawab dengan penuh kasih sayang,
 “Wahai putriku,  bukankah pakaian yang kau kenakan ini yang dikehendaki Allah, wahai putriku?”

Sang gadis menjawab, “Benar ibunda, tetapi mengapa ibu guru tidak menghendakinya?”

Ibunya berkata lagi, “Baiklah anakku, ibu guru tidak menghendakinya, tetapi Allah menginginkannya. Lantas, siapa yang kamu taati? Apakah kamu menaati Allah yang menciptakanmu, mecantikkan wajahmu, dan telah memberi nikmat kepadamu? Ataukah, kamu menaati makhluk yang tidak memiliki sesuatu manfaat ataupun bahaya untuk dirinya sendiri?”

“Tentu aku akan menaati Allah SWT,” gadis kecil itu menjawab dengan keluguannya.

Kemudian sang ibu menjawab sambil memujinya, “Bagus, dan benarlah kamu, wahai putriku.”

Esoknya sang gadis kembali ke sekolah dengan tetap mengenakan baju panjang (jilbab). Ketika ibu gurunya melihat sang gadis, ia mencaci maki gadis itu dengan kasar. Sang gadispun tidak berdaya menghadapi caci maki itu yang juga diiringi oleh pandangan teman-temannya, maka tak ada yang ia lakukan selain menangis.

Kemudian gadis itu mengucapkan klimat yang singkat tetapi memiliki makna yang agung,  “Demi Allah, saya tidak mengetahu siapa yang lebih aku taati, ibu atau Dia?”
Sang ibupun bertanya keheranan, “Siapakah Dia yang kamu maksud?”
“Dia adalah Allah. Apakah aku akan menaati ibu dengan berpakaian seperti yang ibu kehendaki, senhingga aku mendurhakai-Nya? Ataukah, aku menaati-Nya dan durhaka kepada ibu? Aku akan menaati-Nya SWT, dan biarlah apapun yang terjadi,” jelas murid itu.
 Betapa indah dan menyentuhnya kata-kata yang diucapkan seorang gadis cadel, yang menunnjukkan ketaatannya perintah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.
Tapi, sang ibu guru tidak diam saja, ia lantas memanggil sang ibu gadis itu lalu berkata,
“Sungguh, putrimu telah memberikan nasihat kepadaku dengan nasihat terbesar yang pernah kudengar seumur hidupku.”
Benar sekali sobat, ibu guru itu menerima nasihat yang diberikan oleh  muridnya yang masih kecil. Padahal tentu saja sang ibu guru telah banyak mengenyam banyak pendidikan. Tapi ternyata, seorang wanita yang ilmunya lebih tinggi, tidak mengalanginya untuk menerima nasihat yang diberikan oleh muridnya. Juga kita ucapakan selamat pada sang gadis kecil dan ibu guru yang telah mendapatkan tarbiyah islamiyah dan berpegang teguh dengan itu. Tak lupa, selamat untuk sang ibu gadis kecil yang telah berhasil menanamkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya dalam diri anak gadisnya.


Kisah 2: Dimana Letak Kebahagiannya?
Jika ditanya, dimana letak kebahagiaan itu? Apakah pada gelimangan harta? Atau pada tingginya pangkat?
Memang jawab atas pertanyaan ini relatif. Namun, mari kita lihat indahnya sebuah kebahagiaan pada diri waniita yang satu ini, kebahagiaan yang sederhana, tapi sulit mempertahankannya jika kita masih susah untuk mengesampingkan masalah duniawi yang tidak bermanfaat.
Pernah terjadi sebuah perselisiahan antara istri dengan suaminya
Suaminya berkata, “Sungguh, aku akan membuatmu menderita,”
Sang istripun menjawab dengan tenang dan lantang, “Kamu tidak akan mempu melakukannya.”
“Mengapa demikian?”
“Andai kebahagiaan itu pada harta, tentu kamu bisa menghalangiku darinya, dan andaikan pada perhiasan, tentu kamu  bisa menjauhkannya dariku. Akan tetapi kebahagiaanku sesuatu yang tidak kamu miliki dan tidak dimilii orang lain. Saya temukan kebahagiaan itu pada keimananku, keimanan dalam hatiku. Tidak ada yang bisa menguasi hatiku melainkan Tuhanku.”

Inilah saudariku, inilah kebahagian yang hakiki, sebuah kebahagian itu di dasarkan oleh keimanan. Tiada seorangpun yang sapat merasaknnya, melainkan orang yang di dalam hati, jiwa, dan pikirannya.
Sebenarnya, tentu saja masih banyak lagi kisah-kisah yang membuat kita termotivasi, membuat kita sadar bahkan terenyuh, asalkan kita mau sedikit berusaha untuk mencari tahu, tapi kalau di zaman sekarang, tinggal klik! Kita bisa mendapatkan informasi yang kita tahu. Karena itu, jangan bilang kalo kagak ade waktu buat baca-baca siroh, dsb. Sedangkan sekedar untuk ngeliatatau nungguin  mention di twitter aja rela ampe berjam-jam.

  Eits, jangan salah sangka dulu sobat, saya nulis tulisan ini bukan berarti saya lagi naksir sama seseorang, hehhe, ntar keburu mikir ...



 Eits, jangan salah sangka dulu sobat, saya nulis tulisan ini bukan berarti saya lagi naksir sama seseorang, hehhe, ntar keburu mikir gitu lagi..

Di suatu malam...

Saya habis mengacak-ngacak rak buku ayah saya, hingga saya mendapatkan sebuah buku, yang judulnya ‘Taman orang-orang yang jatuh cinta dan memendam rindu’ karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

Buruan beli, apalagi kalo kalian lagi nge-sir ama seseorang (promosi nih..)

TTP  aja yah,

                                              

                                                                              

Kalo sobat lagi pada naksir sama seseorang, pasti bawaannya nih mata mau mandengin tuh orang tiap detiknya, (lebay..) tapi, bener kan? Hayoo, jangan bohong..

nah, Kalo sobat ada yang lagi kena virus yang satu ini, mari buka lagi Al-Quran sobat,
‘Qs An-Nur ayat 30-31’

Allah berfirman agar laki-laki dan perempuan menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya (sengaja di bold, biar lebih masuk ke pembahasan kali ini)

Nah, bisa kita simpulkan, pandangan mata merupakan pondasi untuk menjaga kemaluan, jadi menahan pandangan disebutkan paling awal. Tapi Allah tidak menyuruh menahan pandangan secara total, hanya sebagian pandangan mata, sedangkan menjaga kemaluan wajib dilakukan.

Allah menjadikan mata sebagai cermin hati, jika seseorang menahan pandangan matanya, berarti dia menahan syahwat dan keinginan hati.

Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Al-Bukhary, Muslim, An-Nasa’y dan Abu Daud)

Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas diri anak keturunan Adam bagiannya dari zina. Dia mengetahui yang demikian tanpa dipungkiri.  Mata itu bisa berzina, dan zinanya adalah pandangan.  Lidah itu bisa berzina, dan zinanya adalah perkataan. Kaki itu bisa berzina, dan zinanya adalah ayunan langkah. Tangan itu bisa berzina, dan zinanya adalah tangkapan yang keras. Hati itu bisa berkeinginan dan berangan-angan. Sedangkan kemaluan membenarkan yang demikian itu atau mendustakannya.

Kita lihat lagi yang pertama kali disebutkan adalah zina mata, karena zina mata adalah dasar dari  zina tangan, hati dan kemaluan.

Ada pertanyaan, ‘bagaimana pendapat para ulama tentang seorang laki-laki yang memandang wanita dengan sekali pandang lalu langsung jatuh cinta?’ Jadi jika kamu memandangnya sekali lagi, bisa jadi kamu berubah pikiran. Boleh gak memandangnya sekali lagi dengan alasan seperti itu?
Jawabannya TIDAK BOLEH

Dalam buku ada 10 pertimbangan untuk jawaban ini, tapi saya akan mempublikasikan hanya 5

1.       Allah telah memerintahkan untuk menjaga pandangan mata dan tidak menjadikan kesembuhan hati dengan sesuatu yang diharamkan atas HambaNya

2.      Nabi Muhammad SAW pernah ditanya tentang pandangan yg tidak disengaja dan tiba-tiba, yang diketahui bahwa pandangan ini bisa meninggalkan pengaruh dalam hati. Beliau memerintahkan untuk mengobatinya dengan cara mengalihkan pandangan.

3.      Boleh jadi dia akan mempunyai pikiran yang lebih dari sekedar gambaran di dalam jiwanya, sehingga justru akan menambah siksa baginya.

4.      Tatkala dia bermaksud mengulangi pandangannya , Iblis bisa berdiri di sampingnya, lalu memberi gambaran yang serba baik, sehingga sempurnalah cobaan atas dirinya.

5.      Dia tidak bisa lepas dari cobaan jika dia tidak mau mengikuti perintah-perintah syariat dan berobat dengan sesuatu yang diharamkan syariat.

Jadi, masih mau berpikir untuk saling pandang-pandangan dengan lawan jenis, atau bahkan lebih dari itu? Mari berpikir ulang saudaraku!


Kamu yang ke-